ANALISINDO : MEMPELAJARI MASALAH ENGINEERING LEBIH DALAM DAN DETAIL

Tampilkan postingan dengan label gas sampler. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gas sampler. Tampilkan semua postingan

Daftar Gas Berbahaya Part-2 

gas sulfur dioxide , chlorine dan cyanogen termasuk ke dalam gas berbahaya



Hallo selamat datang pada postingan bagian kedua tentang daftar gas berbahaya yang harus dihindari dan diminimalisir. Kalau sebelumnya kita sudah membahas tentang beberapa gas seperti Ammonia, Sulfur Oksida, Carbon Monoksida, Flouride, Nitrous oxida dengan beberapa gambaran karakterisitik dan bahayanya.

Kali ini kita akan membahas beberapa list tambahan lainnya. Yang dalam list ini gasnya walaupun jarang ditemukan di udara bebas, namun memiliki tingkat bahaya yang jauh lebih tinggi dari pada daftar sebelumnya. Tanpa berlama-lama lagi, yuk mari kita bahas saja sekarang :

6. Chlorine Diokside
apakah Anda harus mencari gas berbahaya dengan mudah



Chlorine diokside adalah gas yang berwarna kuning kemerahan yang dengan cepat dapat menghilang di udara. Karena sifatnya yang sangat berbahaya chlorine diokside selalu hanya digunakan ditempat dimana mereka dibuat. Fasilitas bleaching pabrik kertas, dan instalasi water treatment adalah beberapa contoh diantaranya.

Chlorine diokside ketika bertemu dengan air maka akan berekasi menjadi ion Kaporit yang sangat ampuh dalam membunuh mikroorganisme. Sehingga banyak sekali installasi water treatment di seluruh dunia yang menggunakannya untuk proses desinfeksi air.

Keracunan terhadap gas ini akan menyebabkan iritasi pada mulut dan mata, dan dalam jangka panjang akan membuat seseorang menjadi steril (Tidak bisa memiliki keturunan) selain itu bisa juga menghambat pertumbuhan otak pada anak. Oleh karenanya untuk installasi yang menggunakan air dari PDAM yang mengandung Chlorine, disarankan untuk di aerasi terlebih dahulu sebelum dikonsumsi agar sisa chlorine dapat terlepas ke udara.

Lihat Juga : Pengenalan Jenis-jenis Dust Collector

7. Hydrogen Sulfida




Hydrogen Sulfida adalah gas yang tidak berwarna namun memiliki bau yang sangat busuk seperti telur busuk. Gas ini dapat ditemukan di rawa-rawa dimana terjadi pembusukan ataupun bisa juga ditemukan pada tambang.

Dalam kadar yang rendah (dibawah 5 ppm), tubuh manusia masih dapat mentoleransi keberadaan dari Hydrogen sulfida. Namun ketika berada diatas ambang batas, maka tubuh kita akan keracunan seperti keracunan akibat Carbon Monoksida yang mana tubuh menjadi lemas dan mata berkunang kunang.

Lihat Juga : 5 Faktor Yang Mempengaruhi Proses Sampling Gas

8. Vinyl Chloride
Sumber Gambar : dec.ny.gov

Vinyl Chlorida banyak sekali digunakan untuk memproduksi pipa PVC yang banyak kita gunakan sekarang. Sekitar 13 Juta ton Vinyl Chloride dihasilkan oleh dunia industri setiap tahun.
Selain dari industri, zat ini juga dapat dihasilkan dari degradasi pipa PVC oleh air yang bersifat asam.
Keracunan terhadap Vinyl Chloride dapat menyebabkan sesak napas, pusing dan pingsan. Keterpaparan dalam jangka waktu panjang akan menyebabkan penyakit paru-paru.

Lihat Juga : Daftar Gas Berbahaya Part-1

9. Methyl Mercaptan


Methyl Mercaptan adalah gas yang termasuk ke dalam gas yang mudah terbakar. Gas ini tidak berwarna namun kita dapat mendeteksinya lewat bau busuk yang dihasilkannya. Biasanya gas methyl mercaptan ini digunakan untuk memberikan bau khas pada produk pestisida ataupun bahan bakar fosil.

10. Gas Cyanogen

Gas ke sepuluh ini bernama Cyanogen. Gas Cyanogen ini dihasilkan dari reaksi antara Merkuri Cyanida ataupun Potassium Cyanida.

Gas ini termasuk gas yang berbahaya karena memiliki sifat racun yang cukup mematikan, karena menghirup gas ini dalam kadar yang kecil saja mampu memberikan efek yang berbahaya dari mulai mual muntah hingga kematian instan.

Nah itu dia 5 lagi daftar gas berbahaya.. Mudah-mudahan kita dapat menambah daftar ini dikesempatan berikutnya.

https://plus.google.com/+AnggiNurbana


Sampai Jumpa



Salam Lingkungan,


Mr. Anggi Nurbana
Category: articles

5 Faktor Yang Mempengaruhi Proses Sampling Gas 


Proses sampling untuk zat yang berwujud gas tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Karena setidaknya ada 5 faktor yang dapat mempengaruhi tingkat akurasi dan hasil dari sampling itu sendiri. Dan berikut ini adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil sampling gas.

1 Suhu 
Seperti yang diajarkan pada mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) mengenai sifat-sifat dari udara. Dinyatakan bahwa udara memuai pada suhu panas dan mengkerut pada suhu rendah. Selain itu proses adsorpsi gas terhadap wadah akan meningkat seiring dengan kenaikan suhu. Hal ini menyebabkan ketidak stabilan hasil. Untuk itu diharapkan proses sampling dilakukan pada keadaan suhu yang stabil.

Lihat juga : Perbedaan Udara Ambien dan Udara Emisi

2 Kelembaban Udara

Udara yang terlalu lembab akibat hujan atau lainnya akan mengganggu kinerja chemical absorbent dalam menjerap gas polutan yang ada di udara. Uap air akan turut diserap oleh absorbent polar yang berasal dari pelarut organik sehingga menurunkan kemampuan penyerapanannya.

Sedangkan untuk absorbent yang memiliki water based akan naik tingkat penyerapannya. Pada pengukuran partikulat dengan TSP, udara yang terlalu lembab akan menyulitkan pengukuran sebab akan sulit mendapatkan bobot tetap ketika analisa gravimeteri dilakukan.

3 Kecepatan Hisap Pompa
Setiap gas memiliki ketentuan flow rate hisapnya tersendiri. Untuk pengotor partikulat, jika kita memberikan flow dibawah dari yang ditentukan dapat membuat pengotor partikulat hanya menempel pada permukaan wadah sampel, maka dari itu diperlukan flow yang sesuai.

Untuk pengotor yang berupa senyawaan seperti Sulfur Oksida, kita juga harus menentukannya secara tepat. Jika terlalu rendah maka bisa jadi gas tersebut tidak tertangkap dan jika terlalu besar maka dikhawatirkan uap air akan turut tertangkap. Oleh karenanya ikutilah ketentuan untuk masing-masing flow sampling untuk tiap gas sample.

Lihat Juga : 5 Tips Dalam Memilih Lokasi Sampling Udara

4 Konsentrasi Pengotor
Ketika dalam suatu waktu konsentrasi gas polutant sedang berada dalam kondisi puncak, maka dalam sample kita akan menemukan kandungan suatu gas akan menjadi sangat banyak di dalam sample. Padahal sample udara yang kita ambil jauh lebih sedikit dari biasanya.
Maka dari itu, sebelum proses sampling dimulai maka petugas sample harus membuat jadwal sample terlebih dahulu agar mendapatkan sample yang representatif.

5 Ukuran Partikel
Dalam proses sampling udara, yang banyak digunakan adalah kertas saring dengan pori yang lebih besar dari pada 0,2 mikron. Dan pemilihan kertas saring dengan pori demikian sudah dianggap tepat ketika menghadapi udara dengan ukuran debu yang berada diatas 0,2 mikron. Namun untuk beberapa kasus, kadang di udara juga terdapat partikel yang lebih kecil dari pada 0,2 mikron yang menyebabkan partikel tersebut terlewat dari kertas saring tersebut.

Maka dari itu, penting untuk melakukan presample sebelum proses sampling sebenarnya agar bisa dilakukan pemilihan peralatan sampling udara yang sesuai.

Sampai Jumpa Pada Postingan Selanjutnya.

https://plus.google.com/+AnggiNurbana


Salam Hangat,


Mr.Anggi Nurbana

Category: articles

Daftar Gas Berbahaya Part-1


Kalau sebelum sebelumnya kita sudah membahas tentang pencemaran udara, cara pemilihan lokasi sampling dan lain-lain. Maka nyambung juga kalau kita berbicara tentang gas-gas berbahaya yang ada di udara.

Selain 13 parameter yang diwajibkan dipenuhi oleh standar baku mutu udara ambient, ternyata daftar gas berbahaya yang harus dihindari ada lebih dari itu.

Mau tau apa saja gas berbahaya tersebut? Mari kita bahas bersama :

1. Ammonia
kenapa gas bisa disebut berbahaya adalah karena mengandung ammonia
Akibat yang ditimbulkan Keterpaparan Ammonia

Senyawa yang memiliki Rumus NH4 ini adalah salah satu gas yang mesti kita hindari. Walau secara alami ammonia itu sendiri dapat dihasilkan dari kegiatan ekskresi mahluk hidup, namun dalam kadar yang tinggi ammonia dapat menjadi suatu gas yang berbahaya.

Efek dari keterpaparan gas ammonia dalam tingkat akut akan menyebabkan kesulitan pernapasan dan sensasi terbakar pada tenggorokan. Selain itu, sifat dari gas ammonia itu sendiri adalah corrosive, maka bila sampai terhirup dapat menyebabkan kerusakan pada organ dalam manusia.

Lihat Juga : Jasa Sampling Gas terbaik dan Termurah

2. Carbon Monoksida
Coba periksa kenapa Anda bisa lemas karena gas berbahaya
Dampak Keracunan Carbon Monixida

Carbon monoksida, adalah salah satu gas yang dianggap paling berbahaya di dunia ini. Anggapan ini terjadi karena karakteristik fisik dari carbon monoksida yang tidak berbau dan berwarna, sehingga sulit untuk dedeteksi keberadaanya.

Carbon monoksida jugalah, alasan dari beberapa peristiwa kematian akibat dari tidur didalam kendaraan menyala yang tertutup rapat.

Carbon monoxida, dapat mengikat oksigen didalam darah sehingga membuat darah tidak dapat memberikan asupan oksigen kepada seluruh tubuh yang membuat tubuh menjadi lemas dan akhirnya tidak sadarkan diri.

Dalam tingkat yang lebih rendah, gas ini dapat membuat kita menjadi pusing, sakit kepala, berkunang-kunang dan bisa membuat kita hilang ingatan.

Lihat Juga : Jenis-jenis Pencemaran Udara

3. Sulfur Dioksida

Sulfur dioksida adalah gas berbahaya yang banyak dihasilkan dari pembakaran batu bara dan bahan bakar fosil. Kita juga menemukan gas ini cukup banyak dihasilkan oleh proses peleburan logam (tembaga, alumunium, seng, timbal dan besi).

Sulfur Dioksida merupakan gas tidak berwarna namun memiliki bau yang menyengat, sehingga lebih muda untuk menghindari keracunan akibat menghirup gas yang satu ini.

Dampak dari keterpaparan atau keracunan Gas Sulfur Dioksida ini adalah batuk-batuk, rasa panas pada mata, dan sensasi terbakar pada kulit.

Lihat Juga : 8 Metode Pengujian Udara Ambien

4. Nitrous Oxide
gas emisi juga dihasilkan dari udara bebas

Ketika gas nitrogen dilepaskan ke udara bebas dan bertemu dengan Oxygen, maka disanalah Nitrous Oxide terjadi.
Walaupun oleh EPA (Environmental Protection Agency) disebutkan sebagai gas yang memiliki tingkat bahaya rendah, namun dalam konsentrasi yang tinggi keberadaan NOx ini dapat mengganggu keberadaan oksigen di udara yang dapat berakibat pada terjadinya kekurangan oksigen.

Oh iya sekedar intermezzo, Nitrous Oxide ini juga ternyata dapat kita temukan dalam obat Viagra juga yang dipercaya mampu menjaga keperkasaan laki-laki hahaha..

5. Total Fluoride

Flouride dapat ditemukan di udara dalam bentuk Hidrogen Fluoride ataupun silicon tetra fluoride dan tidak jarang juga ada dalam bentuk partikel debu.

Keterpaparan terhadap flouride tidak memberikan efek negatif secara langsung kepada tubuh. Namun efeknya lebih kepada jangka panjang. Sebuah studi yang dilakukan oleh Kaj Roholm pada tahun 1937 memperlihatkan bahwa keterpaparan terhadap zat ini akan menyebabkan kerusakan pada struktur tulang. Karena flouride diserap oleh tubuh dan akan masuk kedalam jaringan tulang.

Sekian Daftar Gas Berbahaya di Part-1 ini, mudah-mudahan kita dapat bertemu pada postingan selanjutnya.

https://plus.google.com/+AnggiNurbana



Category: articles

5 Tips Dalam Memilih Lokasi Sampling Udara Ambient

apakah untuk memilih untuk sampling udara mudah atau susah



Sampling adalah sebuah kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan suatu zat yang dianggap representatif atau mewakili populasi yang diukur. Sampling adalah suatu proses yang sangat penting, karena dengan adanya suatu sample maka suatu analisa terhadap keadaan suatu populasi dapat dilakukan.

Salah satu proses sampling yang perlu kita kenali adalah proses sampling udara. Seperti namanya proses sampling udara adalah sebuah proses pengambilan sample yang populasinya merupakan udara. Meskipun kegiatan sampling terlihat mudah pada proses sampling cairan dan padatan, namun berbeda halnya jika kita berbicara tentang proses sampling pada udara.

Bentuknya yang tidak terlihat dan selalu bergerak, membuatnya secara logika tentu menjadi sangat sulit untuk ditangkap. Tapi, berkat daya cipta manusia yang diberikan oleh ALLAH SWT, manusia akhirnya mampu menangkap udara dan bahkan menangkap pengotor spesifiknya melalui peralatan sampling udara salah satunya bernama Impinger Gas Sampler.

Oh iya, artikel ini tidak membahas SNI penentuan lokasi sampling udara secara copas. Namun lebih kepada aplikasi langsung dilapangan.

Category: articles